Case Study Project
Dari Problem sampai Hasil Akhir
Ringkasan kebutuhan client, solusi teknis, material, tanaman, proses lapangan, sampai insight maintenance.
Problem Client
Ibu Stefanny memiliki area taman di belakang rumah yang kondisinya minim sinar matahari langsung. Dibutuhkan konsep taman yang tetap indah dan bertahan meski cahaya terbatas, tanpa mengandalkan rumput yang memerlukan paparan sinar matahari penuh.
Solusi Tamanproject
Dipilih konsep taman kering minimalis dengan focal point bonsai cemara udang yang sudah ada (existing). Area scrub diisi tanaman indirect sunlight seperti bromelia, siklok, dan lily paris. Ground cover menggunakan batu koral hitam-putih di atas kain geotextile dengan alas batu split, dilengkapi beberapa stepping stone sebagai aksen dekorasi sekaligus akses saat perawatan.
Material yang Digunakan
Batu koral hitam dan putih, batu split sebagai alas drainase, kain geotextile sebagai penahan gulma, stepping stone batu potong alami.
Jenis Tanaman
Bonsai Cemara Udang (existing/focal point), Bromelia, Siklok (Cycas revoluta), Lily Paris (Chlorophytum comosum).
Proses Pengerjaan
Konsultasi dan desain tata letak taman kering ? Pembersihan area lahan ? Pemasangan kain geotextile sebagai alas dasar ? Peletakan batu split dan batu koral hitam-putih ? Penempatan stepping stone sesuai jalur desain ? Penanaman tanaman scrub (bromelia, siklok, lily paris) ? Finishing dan perapian keseluruhan.
Tantangan Lapangan
Kondisi pencahayaan yang minim menjadi tantangan utama dalam seleksi tanaman. Dibutuhkan ketelitian dalam memilih jenis tanaman yang mampu tumbuh optimal dalam kondisi indirect sunlight agar taman tetap tampil segar dan sehat dalam jangka panjang.
Hasil Akhir
Area belakang rumah Ibu Stefanny berubah menjadi taman kering minimalis yang elegan. Bonsai cemara udang sebagai focal point memberikan kesan zen yang kuat, sementara kombinasi batu koral dua warna dan tanaman hias menciptakan tampilan yang bersih, artistik, dan bertahan tanpa banyak perawatan.
Maintenance Insight